Statistik

T. Hits : 83797
T. Visitor : 19273
Today : 47
Hits Today : 250
Member : 0
IP : 54.198.92.22
Proxy : -
Browser : Opera Mini
Banner
RBI P4TK BMTIsAKIP p4tk bmti
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana Layanan Diklat di PPPPTK BMTI
Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang Baik
  Lihat

Strategi Jitu Menjadi Guru Berprestasi

Tanggal : 28-08-2018 16:44, dibaca 662 kali.

Selain mendapat uang pembinaan, Rp. 20.000,000 untuk juara 1, Rp. 17.500.00,- untuk juara 2, Rp. 15.000.000,- , para pemenang lomba guru dan tendik berprestasi akan mendapatkan hadiah tambahan berupa laptop, dan sertifikat, bahkan, pemenang 1 dari berbagai kategori di Direktorat PAUD  akan diberangkatkan ke luar negeri untuk melakukan kunjungan singkat selama 10 – 14 hari. Para pemenang 1 tahun 2017 direncanakan akan melakukan kunjungan ke Denmark tahun ini. Bahkan, banyak guru dan tenaga tendik berprestasi yang kemudian diberi jabatan oleh Pemerintah Daerah, seperti diangkat menjadi kepala seksi,  kepala sekolah, pengawas sekolah, atau dipindahkan dari sekolah dengan sedikit siswa ke sekolah yang siswanya ribuan.

Sungguhpun program guru dan tendik berprestasi bagi pemenangnya menjadikan prestise yang luar biasa, bukanlah bertujuan sebagai ajang gagah-gagahan atau pinter-pinteran. Sesungguhnya, ajang ini mencari guru sejati, yakni guru yang bersungguh-sungguh dalam membimbing murid-muridnya, selalu kreatif dan inovatif, serta penuh kesabaran dan keikhlasan. Guru-guru yang menjadi juara, juga termasuk guru pembelajar, yang selalu memutakhirkan diri dengan ilmu pengetahuan baru, agar mereka pun menjadi guru zaman kekinian.

Guru yang terpilih juga merupakan guru yang benar-benar melakukan kegiatan nyata. Karena artikel atau karya tulis yang dibuat harus sesuai dengan experience di lapangan. Guru tidak boleh mengarang cerita tentang sesuatu yang tidak dilakukannya, karena karya tulisnya harus disertai dengan bukti, baik berupa foto, dokumen tertulis maupun video kegiatan. Bahkan, mereka harus benar-benar menulis sendiri, bukan hasil plagiat, karena ada aplikasi similiary yang akan membuktikan karya mereka itu asli atau hasil jiplakan

Selain merupakan karya sendiri berdasarkan pengalaman, mereka juga harus mempresentasikan karya tersebut di hadapan dewan juri. Jika apa yang disampaikan bukan karyanya sendiri, maka dia tidak akan menguasai hasil karyanya, karena dewan juri akan membuktikan hal itu dengan jebakan pertanyaan atau lainnya, yang meyakinkan bahwa karya tulis itu merupakan karya asli. Karenanya, hendaknya guru jangan coba-coba membuat karya plagiat, jika diketahui maka guru yang dinyatakan sebagai pemenang akan dibatalkan hak-haknya.

Bagaimanakah cara menjadi guru atau tendik berprestasi? Banyak guru dan tenaga kependidikan yang menanyakan, bagaimana meraih prestasi menjadi guru, kepala sekolah, dan pengawas berprestasi? Besarnya imbal penghargaan bagi pemenang membuat mereka ingin menjadi bagian dari orang-orang yang lolos masuk final, kemudian meraih prestasi tertinggi sebagai juara. Sebagian dari mereka sudah mencoba untuk mengikuti ajang bergengsi tersebut, namun mereka selalu gagal dan gagal. Untuk menjawab kepenasaran mereka, kami tampilkan strategi agar guru dan tendik meraih penghargaan sebagai guru maupun tendik berprestasi.

Guru atau tenaga tendik harus membaca buku pedoman kegiatan lomba atau sayembara, agar apa yang dibuat oleh guru sesuai dengan permintaan panitia. Sayang, jika naskahnya bagus, tetapi tidak sesuai persyaratan adimistrasinya, maka panitia akan menggugurkan. Misalnya saja, tidak ada surat pernyataan karya orisinil yang diberi meterai, atau tidak ada surat keterangan dari kepala sekolah atau atasan langsung. Peserta juga harus mengetahui komponen-komponen yang akan dinilai oleh tim juri.

Empat komponen yang menjadi dasar penilaian ialah portopolio, presentasi, karya tulis, dan tes. Diantara 4 komponen yang menjadi dasar penilaian untuk menentukan siapa yang pantas menjadi pemenang lomba Guru Prestasi, apakah yang menjadi titik tekan atau bobot tertinggi sehingga guru  layak menjadi juara dan mendapatkan berbagai imbalan seperti hadiah uang pembinaan, laptop, dan lain-lain. Sumber dari direktorat menyebutkan, ternyata tidak sama dalam pembobotan nilai dari 4 komponen tersebut. Di Direktorat Dikdas, misalnya disamaratakan. Jadi, nilai akhir berasal dari 4 komponen yang dibagi rata. Namun, di direktorat lain, ada perbandingan alias tidak diratakan.

Dewan juri akan melaksanakan penjurian sesuai dengan pedoman yang dibuat oleh Pusat. Para juri yang berasal dari berbagai unsur, yakni akademisi, partisi, dan juga sebagian dari direktorat sendiri akan menilai sesuai dengan pedoman. Masing-masing anggota dewan juri akan memberikan penilaian sesuai format penilaian yang diberikan. Setiap peserta, karyanya akan dinilai oleh tiga orang juri. Nilai dari setiap juri akan diambil reratanya, dan akan diketahui nilai akhirnya.

Untuk menjadi juara, memang dibutuhkan perpaduan antara pengetahuan, termasuk pengetahuan kekinian, istilah zaman now, terutama pengetahuan tentang teknologi kekinian, harus familiar dengan email, facebook, dan berbagai aplikasi teknologi yang berkaitan dengan pembelajaran. Apalagi banyak kegiatan yang harus dilakukan dengan dunia maya, karena baik pengusulan naskah maupun hasil penilaian dilakukan menggunakan aplikasi teknologi. Jika kita tidak bisa mengakses hasil tulisan melalui dunia maya, kita tidak akan pernah mengikuti kegiatan berbagai lomba.

Seorang guru kekinian harus mampu menguasai pengetahuan umum yang dimodifikasi dengan kemampuan menguasai teknologi informasi. Soal-soal tes guru berprestasi memang berhubungan dengan permasalahan kurikulum baru, pembelajaran, strategi pembelajaran, dan pengetahuan tentang aplikasi teknologi kekinian.

Selain itu, yang juga menjadi titik tekan ialah artikel atau karya tulis yang menjadi bagian dari penilaian. Yang perlu diingat karya tulis harus ditulis berdasarkan template format yang dibuat oleh panitia pusat, yang memadukan antara teori dengan pengalaman keberhasilan melaksanakan pengalaman tersebut dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Pengalaman nyata itu harus disertai bukti dalam lampiran, seperti dokumen evaluasi, foto, maupun video pendek.

Sebagai bagian dari komponen penilaian artikel atau karya tulis harusnya ditulis dengan judul yang menarik, inspiratif, dan mengundang tanda tanya juri. Tulisan yang biasa-biasa, datar tanpa suspensi yang menarik, kurang dilirik. Karena itu, guru yang akan mengikuti lomba harus kreatif. Namun demikian, judul yang menggelegar harus juga diikuti oleh isi yang sesuai dan menginspirasi. Banyak peserta yang membuat judul yang membuat penasaran, tetapi isinya kurang menarik, atau tidak dilengkapi dukungan data yang akurat.

Tema yang menarik diwakili oleh judul yang menarik. Untuk membuat tulisan itu menarik, maka kita perlu memperhatikan hal-hal berikut. Pertama, judul harus unik. Unik berarti orang merasa aneh atau menimbulkan tanda tanya sehingga orang ingin membaca. Indonesia dengan 17.000 pulau dengan banyak suku, bahasa, budaya yang beragam merupakan sumber cerita unik. Kita tinggal membiasakan diri, melakukan pengamatan di lingkungan sekitar, sehingga mampu melahirkan hal-hal yang unik dan menarik.

Kedua, inspiratif. Dari tulisan yang unik tadi, jika dikembangkan menjadi sebuah tulisan akan menginspirasi untuk melakukan hal yang sama dengan dia. Agar tulisan memberikan inspirasi orang lain, maka kita harus menggunaan teknik penulisan yang bagus. Dibutuhkan kemampuan menyusun paragraf yang baik dan benar, seperti kohesi dan koherensi.

Sebagai contoh, seorang kepala sekolah menulis judul makalah atau artikel best practice “Metode Kepala Monyet Terbalik untuk Menyukseskan Program Literasi Menulis di Kaltim”. Judul tersebut sungguh unik dan mengundang tanda tanya. Apakah yang dimaksud dengan metode kepala monyet terbalik? Bagaimana metode itu bisa menyukseskan program literasi menulis? Kepala sekolah tadi, kemudian menjelaskan dengan teknik menulis yang baik, sehingga karya tersebut menjadi salah satu nominasi sayembara menulis best practice.

Contoh lainnya, seorang kepala sekolah di Bireuen, Aceh, membuat tulisan dengan judul “Penggunaan Metode Konduksi untuk Meningkatkan Partisipasi Menulis bagi Guru dan Siswa di SMAN 1 Bireuen.” Metode konduksi belum begitu dikenal, ini yang menjadi unik. Orang akan bertanya, apa itu metode induksi? Kemudian dalam pelaksanaannya, metode itu telah membuat banyak guru dan murid di SMAN tersebut yang menghasilkan karya tulis dalam bentuk buku. Orang lain, khususnya dewan juri pun kemudian tertarik, dan menjadikan penulisnya menjadi juara I Kepala Sekolah Berprestasi di provinsi Aceh, dan siap untuk mengikuti seleksi nasional di Bulan Agustus 2018.

Di beberapa daerah, seperti di daerah Kalimantan Timur, juara Guru Berprestasi selalu diikutkan sebagai narasumber pada kegiatan Bimtek Literasi. Mereka mendapat tugas untuk mendesimilasikan kegiatan gupres dan juga memberikan tips rahasia menjadi juara Gupres. Guru yang menjadi narasumber tentu akan memiliki rasa bangga tersendiri.

Daerah memberikan apresiasi tambahan selain pusat, di provinsi Aceh misalnya, pada kegiatan seleksi Gupres, juara 1, 2, dan 3 mendapat bonus Ibadah Umrah. Kegiatan umrah bagi kaum muslimin merupakan sebuah kebahagiaan tak terhingga sebelum menunaikan ibadah haji. Bayangkan betapa bahagianya, sebuah prestasi mampu mengantar guru dan tendik beribadah di tanah suci. Selain itu, tentu mereka juga mendapatkan hadiah uang pembinaan.

Di beberapa daerah, juga banyak hal positif yang diberikan kepada para guru pemenang sayembara, di tingkat provinsi, misalnya, Isrifah guru Fisika SMPN Ngamprah, Bandung Barat, yang menjadi pemenang III tingkat provinsi diangkat menjadi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan. Husniah Achmad, kepala SMKN 16 Samarinda, yang menjadi pemenang I karya tulis afirmasi kegiatan simposium Nasional, dipindahkan dari sekolah kecil, yang muridnya hanya 500 ke sekolah besar yang muridnya 1.500. Di tempat lain, ada juga guru yang kemudian diangkat menjadi pejabat daerah, seperti menjadi kepala seksi.

Guru atau tendik (kepala sekolah dan pengawas) dapat merancang kegiatan nyata yang dapat dikategorikan sebagai ‘best practice’ atau pengalaman terbaik. Sebuah model pembelajaran yang sudah dipraktikkan dan menorehkan keberhasilan, agar dengan mudah disampaikan oleh guru di hadapan dewan juri. Guru tidak akan grogi, karena apa yang ditanyakan mengait dengan pengalamannya. Sebaliknya, jika karya yang diikutkan merupakan karya yang difiksikan, atau tidak dikerjakan, maka hal itu akan membuat guru itu akan grogi, dan juga mungkin akan terjebak dengan jawaban sendiri yang tidak konsisten.

Menjadi juara adalah impian semua orang. Guru dapat merancang diri menjadi juara dengan melakukan persiapan dengan memperhatikan pedoman lomba. Jangan sekali menyimpang dari pedoman lomba, karena hal itu dapat menyebabkan karya Anda akan tersingkir dan diabaikan oleh tim juri,

Kesimpulan dari tulisan ini ialah guru atau tendik yang akan mengikuti kegiatan pemililah  guru maupun tendik berprestasi tersebut haruslah memiliki wawasan pengetahuan yang mumpuni, terutama menguasai kompetensi sebagai guru, yang dikuatkan dengan pengetahuan mengenai teknologi kekinian, ditambah dengan mampu menyusun karya tulis yang unik, menarik dan kekinian.

*) Nasin, M.Pd., widyaiswara madya di Departemen Manajemen Kependidikan PPPPTK BMTI



Pengirim :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
Silahkan Isi Komentar dari tulisan artikel diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Nanang Dimjati -  [dimjatinanang@gmail.com]  Tanggal : 29/01/2019
Apa yg dipaparkan di atas adalah benar adanya. Namun dibutuhkan jiwa guru yg memiliki etos kerja tinggi, profesional sebenar benarnya, dan ikhlas.
Mungkin dengan tiga hal itu pendidikan SMK bisa lebih baik lagi.
Ada permintaan sedikit untuk peningkatan kualitas pengajaran baik teori maupun praktik. Yaitu kami mohon permintaan Diklat otomotif bagi guru yang terprogram.
Sy adalah kebetulan kepala kompetensi keahlian Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Kuningan.
Terima kasih atas segala perhatiannya.

Pengirim : Agus Warsono -  [agus.warsono@ymail.com]  Tanggal : 26/11/2018
Menarik dan bermanfaat


   Kembali ke Atas